Virus Corona atau Covid-19 sudah menjadi pandemi yang sangat mempengaruhi seluruh dunia sekarang ini. Perekonomian global menjadi lumpuh dikarenakan banyaknya kebijakan untuk meniadakan kegiatan dengan orang masal, seperti penutupan sementara kantor dan pabrik, peniadaan acara-acara dengan orang banyak seperti pameran dan konser.

Tidak heran, perusahaan-perusahaan besar berkolaborasi untuk membasmi virus Corona agar perekonomian bisa pulih kembali. Jika keadaan seperti ini berlanjut dalam waktu lama, tidak akan menyenangkan untuk seluruh orang di bumi ini.

Berikut ini adalah 10 mitos yang salah mengenai virus Corona yang harus anda hindari, yang dikemukakan oleh Dokter Faheem Younus. Bosenin mencoba untuk menterjemahkan, supaya lebih mudah untuk dimengerti pembaca dari Indonesia.

Sumber – FaheemYounus

Mitos 1 – virus Corona akan menghilang pada saat musim panas tiba.

Fakta – Pandemi-pandemi yang terjadi sebelum virus Corona tidak mengikuti pola musim. Ketika kita (belahan bumi utara) memasuki musim panas, belahan bumi selatan akan mengalami musim dingin. Virus itu global.

Sumber – FaheemYounus

Mitos 2 – di musim panas, virus akan menyebar karena gigitan nyamuk

Fakta – Infeksi virus Corona disebarkan melalui saluran pernapasan, bukan melalui darah. Nyamuk tidak meningkatkan penyebarannya.

Sumber – FaheemYounus

Mitos 3 – jika anda bisa menahan napas lebih dari 10 detik tanpa merasa tidak nyaman, anda tidak terinfeksi COVID.

Fakta – banyak pasien mudah dengan virus Corona bisa menahan napas lebih dari 10 detik. Namun orang tua yang tidak terinfeksi virus Corona tidak bisa melakukannya.

Sumber – FaheemYounus

Mitos 4 – karena alat tes COVID belum tersedia, kita harus mendonorkan darah. Bank darah akan melakukan tesnya.

Fakta – Tidak ada bank darah yang melakukan tes virus Corona, jadi hal ini akan gagal. Pendonoran darah merupakan hal yang keramat, marilah kita termotivasi oleh alasan yang benar.

Sumber – FaheemYounus

Mitos 5 – virus Corona hidup di tenggorokan. Jadi, minum banyak air akan mendorong virus ke dalam perut, di mana asam lambung akan membunuhnya,

Fakta – Virus bisa saja masuk melalui tenggorokan, namun akan menembus ke dalam sel yang diinfeksi. Anda tidak dapat membersihkannya (dengan cara minum air). Terlalu banyak minum air hanya akan membuat anda ke toilet.

Sumber – FaheemYounus

Mitos 6social distancing yang dilakukan belakangan ini adalah reaksi yang berlebihan.

Fakta – Jika kita tidak melihat lebih banyak lagi infeksi (saya harap), hal tersebut akan membuktikan bahwa social distancing bermanfaat (untuk mengurangi penyebaran). Bukan berarti virus tidak menjadi masalah besar.

Sumber – FaheemYounus

Mitos 7 – kecelakaan mobil membunuh 30.000 orang setiap tahunnya. Apa yang menjadi masalah dengan COVID-19?

Fakta – kecelakaan mobil tidaklah menular, kematian akibat kecelakaan mobil tidak menjadi dua kali lipat setiap tiga hari. Kecelakaan mobil tidak menyebabkan kepanikan masal dan kehancuran pasar.

Sumber – FaheemYounus

Mitos 8hand sanitizer lebih baik dibandingkan sabun dan air.

Fakta – sabun dan air yang sebetulnya membunuh dan membasuh virus dari kulit (virusnya bisa menembut sel di kulit), dan juga membersihkan kotoran di tangan. Jangan panik jika hand sanitizer habis di supermarket.

Sumber – FaheemYounus

Mitos 9 – Salah satu strategi terbaik untuk menghindari COVID-19 adalah dengan membersihkan selutuh gagang pintu di rumah dengan disinfektan.

Fakta – membersihkan tangan dan menjaga jarak sekitar 2 meter adalah praktek terbaik. Kecuali, jika ada pasien COVID di rumah anda, seluruh barang di rumah anda tidaklah berisiko besar.

Sumber – FaheemYounus

Mitos 10 – COVID-19 disebarkan secara sengaja oleh orang Amerika atau militer Tiongkok.

Fakta – Anda percaya dengan hal seperti ini?

Kesimpulan

Jangan mudah percaya dengan hoax yang bertebaran di internet. Senjata paling ampuh untuk melawan virus Corona adalah dengan menggunakan FAKTA.